1.Umum

Pentingnya memahami kondisi Desa untuk mengetahui kaitannya dengan perencanaan dengan muatan pendukung dan permasalahan yang ada memberikan arti penting Keputusan Pembangunan sebagai langkah pendayagunaan serta penyelesaian masalah yang timbul di masyarakat .

Desa Buntu Torpedo salah satu dari 10 desa yang ada di Kecamatan Sabbang yang terletak kurang lebih 4 km ke arah Utara dari Kecamatan Sabbang, Desa Buntu Torpedo mempunyai wilayah seluas : 28 Km² dengan jumlah penduduk : 3252 Jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga : 714 dengan Batas – batas wilayah sbb :

Sebelah Utara

Desa Bakka, Desa Pengkendekan

 

 

Sebelah Timur

Desa Mekar Sari Jaya Kec. Baebunta Selatan

 

 

Sebelah Selatan

Desa Terpedo Jaya

 

 

Sebelah Barat

Desa Tulak Tallu

 

 

 

Iklim Desa Buntu Torpedo sebagaimana desa–desa lain di wilayah Indonesia mempunyai Iklim kemarau dan penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap kegiatan pertanian yang ada di Desa Buntu Torpedo.

 

2. Pemerintahan Desa

Pada mulanya Desa Buntu Torpedo bergabung dengan Desa Buangin,yang saat itu dipimpin oleh Kepala Desa Bapak Hamid Lamakka,dan pada Tahun 1988 terbentuklah Desa Buntu Torpedo yang saat itu di pimpin oleh Hamid Lamakka, kemudian pada Tahun 1988 diadakan Pemilihan Langsung Kepala Desa dan terpililah M.Umar yang Pemerintahannya sampai pada Tahun 2006 kemudian Pada Tahun 2006 kembali diadakan Pemilihan Langsung Kepala Desa dan terpilihlah Jamiluddin Jasman dan pada Tahun 2012 kembali diadakan Pemilihan Langsung Kepala Desa Jamiluddin Jasman Terpilih lagi dalam periode ke dua. Kembali pada Tahun 2018 diadakan Pemilihan Langsung Kepala Desa dan Terpilih kembali untuk ketiga kalinya Jamiluddin Jasman sebagai Kepala Desa Buntu Torpedo untuk masa Jabatan enam Tahun kedepan. Adapun Desa Buntu Torpedo dibagi menjadi 5 (lima) Dusun, yaitu :

 

  1. Dusun Pantonangan

 

  1. Dusun Padang Sarre

 

  1. Dusun Durian Kunyi

 

  1. Dusun Tinimpong

 

  1. Dusun Masarang

Pejabat Kepala Desa Buntu Torpedo semenjak berdirinya Desa Buntu Torpedo adalah sebagai Berikut :

 

No

           Nama

             Masa Jabatan

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

1

HAMID LAMAKKA

Periode tahun 1947 s/d 1988

Desa Pertama

 

 

 

 

2

M. UMAR

Periode tahun 1988 s/d 2006

   Kepala Desa Kedua

3

   JAMILUDDIN J

Periode tahun 2006 s/d 2019

   Kepala Desa Ketiga

 

 

 

 

 

  1. 2. Demografi

 

Desa Buntu Torpedo terdiri dari 5 Dusun dengan jumlah penduduk sebesar 2795 jiwa merupakan salah satu dari 9 Desa dan 1 Kelurahan di Kecamatan Sabbang. Batas Wilayah Desa Buntu Torpedo Kecamatan Sabbang sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Desa Bakka dan Desa Pengkendekan
  2. Sebelah Timur                     : Berbatasan Desa Mekar Sari Jaya
  3. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Desa Terpedo Jaya
  4. Sebelah Barat : Berbatasan denga Desa Tulak Tallu

 

           Jarak tempuh ke Ibu Kota Propinsi               : 448 Km

Jarak tempuh ke Ibu Kota Kabupaten        : 18 Km

Jarak tempuh ke Ibu Kota Kecamatan        : 4 Km

Jumlah penduduk Desa Buntu Torpedo pada tahun 2019 mencapai 2795 jiwa terdiri dari Laki-Laki 1446 jiwa dan Perempuan 1349 jiwa dengan 641 KK. Adapun rincian tersebut sebagai berikut :

  1. Jumlah Penduduk menurut golongan umur

Data ini bermanfaat untuk mengetahui laju pertumbuhan penduduk dan mengetahui jumlah angkatan kerja yang ada. Data penduduk menurut golongan umur di Desa Buntu Torpedo dapat dilihat pada Tabel berikut dibawah ini :

 

 

 

Golongan Umur

Jumlah

Keterangan

 

 

 

 

0

Bln – 15Thn

845

 

 

 

 

 

 

 

16 Bln – 65 Thn

4627

 

 

 

 

 

 

 

66

Tahun keatas

2589

 

 

 

 

 

 

 

 

Jumlah

7752

 

 

 

 

 

 

Sumber Data : Data Potensi Sosial Ekonomi Desa/KeKepalaan Tahun 2019

  1. Jumlah Penduduk menurut Agama

 

Ditinjau dari segi agama dan kepercayaan masyarakat Desa Buntu Torpedo mayoritas beragama Islam, dengan rincian data sebagai berikut :

 

Islam

: 2.439

Orang

Kristen

:

356

Orang

Katolik

:

-

Orang

Hindu

:

-

Orang

Budha

:

-

Orang

 

  1. Jumlah Penduduk menurut tingkat pendidikan

Tingkat pendidikan berpengaruh pada kualitas sumberdaya manusia. Proses pembangunan Desa akan berjalan dengan lancar apabila masyarakat memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi. Akses untuk mendapatkan pendidikan jauh lebih mudah karena jarak tempat pendidikan baik tingkat SD sampai SMA dekat dengan pemukiman warga, akan tetapi kalau dilihat dari data statistik masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat merupakan suatu permasalahan yang harus segera dipecahkan terutama dalam membangun kesadaran masyarakat akan arti pentingya pendidikan. Data penduduk menurut tingkat pendidikannya dapat dilihat pada Tabel berikut :

 

No

Tingkat Pendidikan

Jumlah Penduduk

Ket

1

Taman Kanak-kanak

35

 

2

SD

155

 

3

SLTP

97

 

4

SLTA/SMK

100

 

5

Akademi/D1-D3

 

 

6

Sarjana S1

55

 

   7

Pasca Sarjana

 

 

   JUMLAH

442

 

 

Sumber Data : Data Potensi Sosial Ekonomi Desa/KeKepalaan Tahun 2019

 

 

3. Kesehatan Perumahan dan Lingkungan

. Keadaan Sosial

Mayoritas mata pencarian penduduk Desa Buntu Torpedo bergerak dibidang pertanian. Permasalahan yang sering muncul berkaitan dengan mata pencaharian penduduk adalah terbatasnya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan tingkat perkembangan penduduk sebagaimana tertuang dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Luwu Utara. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pembangunan desa adalah melakukan usaha perluasan kesempatan kerja dengan melakukan penguatan modal dan fasilitasi sebagai modal untuk pengembangan usaha khususnya di ekonomi produktif.

Tingkat angka kemiskinan Desa Buntu Torpedo yang masih tinggi menjadikan Desa Buntu Torpedo harus mencari peluang lain yang dapat menunjang peningkatan taraf ekonomi masyarakat. Banyaknya kegiatan Ormas di Desa Buntu Torpedo seperti RT, LPMD, PKK, Karang Taruna, Remaja Masjid, Jamiyah Yasin, Dharma wanita, Posyandu, Kelompok Arisan, Kelompok tani, kelompok ternak merupakan aset desa yang bermanfaat untuk dijadikan media penyampaian informasi dalam setiap proses pembangunan desa pada masyarakat.

           KESEJAHTERAAN WARGA

 

No

Uraian

 

Jumlah

 

 

 

 

1.

Jumlah Penduduk Sangat Miskin

 

378 KK

2.

Jumlah penduduk miskin

 

814 KK

3.

Jumlah penduduk sedang

 

1028 KK

4.

Jumlah penduduk kaya

 

540 KK

 

 

 

 

 

PENGANGGURAN

 

No

 

 

Uraian

 

 

 

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

 

Jumlah penduduk usia 15 s/d 55 yang belum bekerja

 

   1880   orang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

Jumlah angkatan kerja usia 15 s/d 55 tahun

 

       880 orang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                     

 

 

 

FASILITAS PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jenis Fasilitas

Jumlah

 

No.

Jenis Fasilitas

 

Jumlah

 

Pendidikan

 

 

 

Kesehatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gedung TK

1

 

1.

Poskesdes

 

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gedung SLB

-

 

2.

Posyandu/Polides

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gedung SD

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gedung SLTP

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gedung SLTA

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. KEADAAN EKONOMI

Kekayaan Sumber Daya Alam yang ada di Desa Buntu Torpedo sangat mendukung baik dari segi pengembangan ekonomi maupun sosial budaya khususnya dari sektor pertanian.

 

Pendapatan desa merupakan jumlah keseluruhan penerimaan desa yang dibukukan dalam APBDes setiap tahun anggaran. Menurut Peraturan Desa Buntu Torpedo Nomor 02 Tahun 2018 bahwa Sumber Pendapatan Desa meliputi :

 

  1. Sumber Pendapatan Desa

 

  1. Dana Desa

 

  1. Alokasi Dana Desa

 

  1. Pendapatan asli desa terdiri dari hasil kekayaan desa, dan lain-lain pendapatan asli desa yang sah;

 

  1. Bagi hasil pajak daerah kabupaten paling sedikit 10 % untuk desa dan dari retribusi kabupaten sebagian diperuntukkan bagi desa yang merupakan pembagian untuk setiap desa secara proporsional;

 

 

  1. Bantuan keuangan dari pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Daerah dalam rangka pelaksanaan urusan Pemerintah;

 

  1. Bantuan keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d disalurkan melalui kas desa;

 

  1. Sumber Pendapatan Desa yang telah dimiliki dan dikelola oleh Desa tidak dibenarkan diambil alih oleh Pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Daerah.

 

Adapun Kekayaan desa terdiri dari :

 

  1. Tanah kas desa

 

  1. Bangunan Desa yang dikelola Desa

 

  1. Lain-lain kekayaan milik desa

 

Sebagaian besar mata pencaharian penduduk desa Buntu Torpedo adalah petani, yang mayoritas beragama Islam dan memiliki kepatuhan terhadap adat dan tradisi yang hidup dimasyarakat.

5. PRASARANA DAN SARANA DESA

Pembangunan masyarakat desa diharapkan bersumber pada diri sendiri (kemandirian) dan perkembangan pembangunan harus berdampak pada perubahan sosial, ekonomi dan budaya yang seimbang agar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa menjadi lebih baik.

  1. Prasarana kesehatan   :

? Posyandu : 2 unit ? Poskesdes : 1 unit

  • Bidan Desa   : 1 orang

 

 

  1. Prasarana Pendidikan
    • Taman Kanak – kanak / TK : 1unit

? SLB

: 0 unit

? SD / MI

: 2 unit

? SLTP / MTs

: 1 unit

?

SLTA / MA

: 0 unit

?

TPA / TPQ

: 5 unit

 

 

Pengelolaan sarana dan prasana merupakan tahap keberlanjutan yang dimulai dengan proses penyiapan masyarakat agar mampu melanjutkan pengelolaan program pembangunan secara mandiri. Proses penyiapan ini membutuhkan keterlibatan masyarakat, agar masyarakat mampu menghasilkan keputusan pembangunan yang rasional dan adil serta semakin sadar akan hak dan kewajibannya dalam pembangunan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, dan mampu mengelola berbagai potensi sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.

Hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai kesuksesan dalam tahapan ini adalah:

  1. Swadaya masyarakat merupakan faktor utama penggerak proses pembangunan,
  2. Perencanaan secara partisipatif, terbuka dan demokratis sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat dalam merencanakan kegiatan pembangunan dan masyarakat mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menggalang berbagai sumber daya dalam rangka melaksanakan proses pembangunan,
  3. Kompetensi pemerintahan daerah meningkat sehingga lebih tanggap dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, antara lain dengan menyediakan dana dan pendampingan.
  4. Keberadaan fasilitator/konsultan atas permintaan dari masyarakat atau pemerintah daerah sesuai keahlian yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam merencanakan kegiatan pembangunan agar masyarakat mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menggalang berbagai sumber daya dalam rangka melaksanakan proses pembangunan.

8. Pertanian
Mayoritas penduduk di desa ini petani, maka wajar apabila lahan yang terluas adalah lahan Kebun. Luas lahan sawah dengan kategori sawah yang diusahakan
jenis pertanian yang diusahakan oleh masyarakat pada umumnya adalah tanaman pangan yaitu Kakao, Kelapa Sawit,  Durian dan rambutan.
Jika dilihat dari luas tanam maka yang menjadi tanaman/produksi unggulan Desa BUNTU TORPEDO untuk jenis sayuran sebagian kecil ada, sedangkan untuk tanaman buah-buahan seperti pisang, rambutan, durian, sedangkan untuk tanaman perkebunan juga terdapat di desa ini seperti kelapa, aren, dan kakao dan untuk tanaman kehutanan yang ada sedangkan untuk tanaman obat-obatan hanya terdapat di pekarangan rumah.

10. Politik dan Keamanan
Di kota besar masalah politik hampir setiap saat menjadi perbincangan banyak orang, namun berbeda dengan di desa masalah politik umumnya hanya terbatasi orang-orang tertentu saja, masyarakat di desa kebanyakan tidak sempat mengurus hal-hal seperti itu, yang mereka tahu dan ikut terlibat sebatas partai politik yang harus dipilih ketika pemilihan umum dilaksanakan.
Pelaksanaan pemilu sekarang ini mayarakat memilih langsung Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta memilih anggota dewan yang duduk di lembaga legislatif seperti pemilihan DPR Pusat, DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten, serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD).
Untuk menghindari meningkatnya kriminalitas salah satu usaha yang ditempuh adalah dengan membangun Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling). Poskamling yang ada berjumlah 5 buah dan keberadaannya difungsikan secara optimal oleh masyarakat, tidak terjadi pelanggaran hukum dan tidak ada kenakalan remaja.